TotalMedia.ID — Cerita, Inspirasi & Informasi
Khazanah

Tradisi Pesantren di Jawa Timur yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Mengaji kitab kuning, ro'an, hingga sorogan masih dijalankan, berdampingan dengan kelas komputer dan bahasa asing.

Bagas Prasetya6 menit baca
Tradisi Pesantren di Jawa Timur yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman
Suasana sore di lingkungan pesantren. (Foto ilustrasi/TotalMedia.ID)

Mengaji kitab kuning, ro'an, hingga sorogan masih dijalankan, berdampingan dengan kelas komputer dan bahasa asing.

Laporan ini disusun dari penelusuran langsung di Jombang serta wawancara dengan sejumlah narasumber yang terlibat. Redaksi memverifikasi data dan keterangan sebelum artikel diterbitkan.

Perubahan yang terasa di lapangan

Perubahan paling kentara justru terjadi pada hal-hal kecil: cara warga berbagi informasi, jam kegiatan yang bergeser, dan kebiasaan mencatat yang mulai rapi. Semua berjalan bertahap tanpa banyak publikasi.

“Kami tidak mengejar hasil cepat. Yang penting rutin, tercatat, dan bisa dievaluasi bersama-sama.”
— narasumber TotalMedia.ID

Bagi sebagian orang, dampaknya belum langsung terasa. Namun mereka yang konsisten menjalankan selama beberapa bulan mengaku hasilnya lebih stabil dibanding sebelumnya.

  • Mulai dari kebutuhan nyata, bukan dari tren yang sedang ramai.
  • Catat prosesnya agar bisa dievaluasi setiap bulan.
  • Libatkan komunitas terdekat sebagai penguji pertama.

Catatan ke depan

Redaksi akan terus memantau perkembangannya dan memperbarui laporan ini bila ada informasi baru dari pihak-pihak terkait.

#Pesantren#Santri
Bagikan WhatsApp Facebook

Reporter Kota & Peristiwa

Bagas Prasetya

Menulis peristiwa harian, layanan publik, dan isu perkotaan di Sidoarjo dan Surabaya.

Artikel Terkait