TotalMedia.ID — Cerita, Inspirasi & Informasi
Lifestyle

Fenomena Selebcat Viral di Ruang Publik, Dokter Hewan Ingatkan Risiko Kucing Stres

Redaksi TotalMedia.IDDiperbarui 31 Oktober 20262 menit baca
Fenomena Selebcat Viral di Ruang Publik, Dokter Hewan Ingatkan Risiko Kucing Stres
Fenomena Selebcat Viral di Ruang Publik, Dokter Hewan Ingatkan Risiko Kucing Stres

Belakangan ini, foto dan video kucing yang bermarkas di stasiun kereta hingga pusat perbelanjaan ramai diperbincangkan di media sosial hingga dijuluki selebcat. 

SURABAYA, TotalMedia.ID – Media sosial belakangan ini diramaikan oleh fenomena selebriti kucing atau selebcat yang tinggal di tempat umum seperti stasiun kereta dan pusat perbelanjaan. Popularitas tersebut membuat banyak orang berbondong-bondong datang untuk melihat, memotret, atau berinteraksi langsung dengan hewan berbulu tersebut.

Menurut keterangan drh. Trima Naimmah, anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), fenomena selebcat sebenarnya dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dan menjadi sarana edukasi kesejahteraan hewan di ruang publik. Namun, perhatian yang berlebihan seperti mengerumuni, mengelus, dan terus-menerus mengajak kucing berinteraksi berisiko memicu stres pada hewan tersebut, Kamis (29/10/2026) seperti dilaporkan Suara Surabaya.

Karakter dan Toleransi Kucing yang Berbeda

Setiap individu kucing memiliki respons, karakter, serta tingkat toleransi yang tidak sama ketika didekati, difoto, maupun dikerumuni manusia. Lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menjelaskan bahwa tidak semua kucing merasa nyaman ketika menjadi pusat perhatian umum.

Bisa saja kucing merasa takut, terganggu, atau bahkan langsung menyerang jika karakternya garang atau memiliki pengalaman traumatis dengan manusia. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak memaksakan interaksi dan melihat situasi kucing terlebih dahulu sebelum mendekatinya.

Kenali Tanda-Tanda Kucing Mengalami Stres

Masyarakat perlu mengenali ciri-ciri fisik dan perubahan perilaku ketika kucing mengalami stimulasi berlebihan akibat dikerumuni. Beberapa tanda tersebut meliputi napas yang menjadi cepat, jantung berdebar kencang, serta ekor yang bergerak seperti mencambuk.

Tanda lainnya dapat berupa kucing yang menggeram, mendesis, mengarahkan telinga ke belakang, mengalami pembesaran pupil mata, hingga bulunya berdiri tegak. Dalam kondisi terganggu, kucing juga bisa menepis tangan, mencakar, atau menggigit orang yang mendekat.

Yang Perlu Diketahui Warga Saat Bertemu Selebcat

  • Biarkan kucing mendekat dengan kemauannya sendiri hingga mencium atau mengendus tangan sebagai tanda bersedia kontak.

  • Hindari memberikan gerakan mendadak atau tiba-tiba yang dapat membuat hewan tersebut kaget.

  • Elus kucing sewajarnya secara wajar dan batasi interaksi agar tidak menimbulkan rasa takut atau tidak nyaman.

  • Ingatlah bahwa kucing adalah makhluk hidup, bukan sekadar objek hiburan semata.

  • Menjaga jarak dan membiarkan kucing merasa nyaman di tempatnya juga merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.

Bagi warga yang ingin mencari informasi resmi lebih lanjut mengenai perawatan dan kesejahteraan hewan, dapat memantau panduan dari organisasi resmi seperti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Artikel ini disusun redaksi TotalMedia.ID dengan bantuan kecerdasan artifisial dan telah diperiksa oleh redaksi. Sumber: Suara Surabaya, 29 Oktober 2026, Harian Jogja, 29 Oktober 2026

#dokter hewan#gaya hidup#hewan peliharaan#kucing viral#pdhi#selebcat#Surabaya
Bagikan WhatsApp Facebook

Redaksi

Redaksi TotalMedia.ID

Tim redaksi TotalMedia.ID.