TotalMedia.ID — Cerita, Inspirasi & Informasi
Event

Oktober di Jawa Timur Makin Semarak, Festival Musik Tong-Tong dan Gandrung Sewu Siap Jadi Magnet Wisata

Oktober 2026 menjadi waktu yang menarik untuk menjelajahi Jawa Timur. Bukan hanya karena banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, tetapi juga karena sejumlah daerah bersiap menghadirkan festival budaya yang membawa cerita, tradisi, dan identitas masyarakat setempat ke hadapan publik. Dua agenda yang patut masuk daftar perjalanan bulan ini adalah Festival Musik Tong-Tong di Kabupaten Sumenep…

Redaksi TotalMedia.ID5 menit baca
Oktober di Jawa Timur Makin Semarak, Festival Musik Tong-Tong dan Gandrung Sewu Siap Jadi Magnet Wisata
Oktober di Jawa Timur Makin Semarak, Festival Musik Tong-Tong dan Gandrung Sewu Siap Jadi Magnet Wisata

Oktober 2026 menjadi waktu yang menarik untuk menjelajahi Jawa Timur. Bukan hanya karena banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, tetapi juga karena sejumlah daerah bersiap menghadirkan festival budaya yang membawa cerita, tradisi, dan identitas masyarakat setempat ke hadapan publik.

Dua agenda yang patut masuk daftar perjalanan bulan ini adalah Festival Musik Tong-Tong di Kabupaten Sumenep dan Gandrung Sewu di Kabupaten Banyuwangi. Keduanya masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program yang digagas Kementerian Pariwisata untuk mendorong perkembangan event unggulan di berbagai daerah Indonesia.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan pengalaman berbeda, kedua festival tersebut menawarkan kesempatan untuk mengenal kekayaan budaya Jawa Timur lebih dekat. Ada musik tradisional khas Madura yang menggugah suasana, serta pertunjukan tari kolosal yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi.

Berdasarkan pemberitaan detikJatim tentang agenda KEN Oktober 2026, Jawa Timur memiliki 11 event yang masuk dalam daftar KEN tahun ini. Dua di antaranya dijadwalkan berlangsung pada Oktober, sehingga menjadi kesempatan untuk menikmati pertunjukan seni sekaligus mengenal daerah penyelenggaranya.

Sumenep Bersiap Meramaikan Oktober Lewat Musik Tong-Tong

Perjalanan budaya di Jawa Timur bisa dimulai dari ujung timur Pulau Madura, tepatnya Kabupaten Sumenep. Daerah ini dikenal memiliki kekayaan tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat. Salah satu yang menarik perhatian adalah musik tong-tong, kesenian yang menggunakan alat musik perkusi dan memiliki karakter bunyi khas.

Festival Musik Tong-Tong dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Kabupaten Sumenep. Agenda ini menjadi salah satu festival budaya Jawa Timur yang terpilih masuk KEN 2026.

Musik tong-tong bukan sekadar pertunjukan untuk mengisi kalender hiburan. Di balik bunyi perkusi yang berirama, terdapat kreativitas masyarakat dalam menjaga kesenian lokal agar tetap dikenal lintas generasi. Ketika tradisi tersebut dikemas dalam sebuah festival, masyarakat memiliki ruang untuk menunjukkan identitas budayanya kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Suasana festival juga dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin mengenal kehidupan lokal. Pengunjung bisa merencanakan perjalanan dengan mencari informasi tentang kuliner khas Madura, destinasi bersejarah, serta tempat wisata di sekitar Sumenep.

Meski begitu, wisatawan sebaiknya tetap memeriksa informasi teknis penyelenggaraan melalui kanal resmi pemerintah daerah atau panitia. Jadwal kegiatan, lokasi pertunjukan, hingga pengaturan lalu lintas dapat berubah mengikuti kebutuhan penyelenggara.

Informasi mengenai Festival Musik Tong-Tong juga dapat ditelusuri melalui pemberitaan Metro TV News tentang festival yang kembali masuk kalender event nasional 2026.

Gandrung Sewu Mengajak Wisatawan Mengenal Identitas Banyuwangi

Jika Sumenep memiliki musik tong-tong, Banyuwangi punya Gandrung Sewu yang menjadi salah satu pertunjukan budaya andalannya. Festival ini mengangkat tari Gandrung, kesenian yang telah lama melekat dengan identitas masyarakat Banyuwangi.

Gandrung Sewu dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Kabupaten Banyuwangi. Tahun ini, festival tersebut mengusung tajuk “Kembang Dermo” dalam rangkaian agenda KEN 2026.

Nama Gandrung Sewu sudah cukup dikenal dalam kalender wisata daerah karena menghadirkan pertunjukan tari dalam skala besar. Lebih dari sekadar tontonan, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata tanpa melepaskan akar budayanya.

Di balik pertunjukan yang dirancang untuk menarik perhatian penonton, ada keterlibatan penari, pelatih, komunitas seni, dan berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan acara. Proses tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan kesenian daerah.

Bagi wisatawan, kunjungan ke Banyuwangi juga bisa dikembangkan menjadi perjalanan beberapa hari. Selain menyaksikan festival, pengunjung dapat mencari destinasi alam, menikmati kuliner lokal, atau menjelajahi kawasan wisata yang tersedia sesuai waktu dan kondisi perjalanan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan penyelenggara perlu menjadi rujukan utama untuk memperoleh pembaruan mengenai teknis pertunjukan. Wisatawan juga disarankan memeriksa informasi akses masuk, kapasitas penonton, dan ketentuan kunjungan sebelum berangkat.

Kabar mengenai posisi Gandrung Sewu dalam kalender event nasional dapat dibaca melalui Times Indonesia yang mengulas Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival dalam KEN 2026.

KEN 2026 Bukan Sekadar Kalender Festival

Masuknya kedua agenda tersebut ke dalam KEN 2026 memperlihatkan bahwa kekayaan budaya daerah memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata. Event budaya dapat menjadi alasan bagi wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan mengenal potensi daerah yang sebelumnya belum pernah mereka kunjungi.

Kementerian Pariwisata melalui program KEN melakukan kurasi terhadap event unggulan dari berbagai wilayah Indonesia. Mengutip informasi resmi Kementerian Pariwisata tentang peluncuran KEN 2026, program tersebut menghadirkan 125 event terpilih yang menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik pariwisata berbasis kegiatan.

Bagi Jawa Timur, kesempatan ini tidak hanya berkaitan dengan promosi destinasi. Festival juga berpotensi membuka ruang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penyedia makanan, penginapan, transportasi, hingga produk kerajinan dan suvenir.

Ketika pengunjung datang dari luar daerah, kebutuhan perjalanan mereka dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, besarnya manfaat yang dirasakan tetap bergantung pada jumlah pengunjung, kesiapan layanan, pengelolaan acara, dan keterlibatan pelaku usaha setempat.

Karena itu, keberhasilan sebuah festival tidak cukup diukur dari ramainya penonton atau meriahnya pertunjukan. Pengelolaan sampah, kenyamanan pengunjung, keamanan, aksesibilitas, serta manfaat bagi masyarakat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Saatnya Menyusun Rencana Wisata Oktober

Festival Musik Tong-Tong dan Gandrung Sewu berlangsung di kabupaten berbeda dengan jarak perjalanan yang perlu diperhitungkan secara matang. Wisatawan yang ingin menghadiri keduanya sebaiknya menyusun jadwal perjalanan, memperhitungkan waktu tempuh, dan memesan akomodasi lebih awal jika diperlukan.

Informasi kalender kegiatan lainnya dapat diperiksa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Kalender tersebut memuat beragam agenda wisata, seni budaya, ekonomi kreatif, dan olahraga yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota selama Oktober.

Dengan pilihan kegiatan yang beragam, perjalanan wisata tidak harus berhenti pada satu pertunjukan. Wisatawan dapat memadukan agenda festival dengan kunjungan ke destinasi setempat, mencicipi kuliner khas, atau berinteraksi dengan pelaku usaha lokal.

Pada akhirnya, daya tarik festival daerah terletak pada cerita yang dibawanya. Musik tong-tong mengajak pengunjung mengenal tradisi Madura, sementara Gandrung Sewu menghadirkan kebanggaan budaya Banyuwangi melalui pertunjukan tari berskala besar.

Oktober 2026 pun menjadi momentum untuk melihat Jawa Timur dari sudut pandang yang berbeda. Bukan hanya sebagai tempat singgah atau tujuan liburan, melainkan sebagai wilayah dengan tradisi yang terus berkembang dan masyarakat yang berupaya menjaga warisan budayanya tetap hidup.

#Event Oktober 2026#Festival Jawa Timur#Festival Musik Tong-Tong#Gandrung Sewu#KEN 2026#Pariwisata Jawa Timur#Sumenep Banyuwangi#Wisata Budaya
Bagikan WhatsApp Facebook

Redaksi

Redaksi TotalMedia.ID

Tim redaksi TotalMedia.ID.