TotalMedia.ID — Cerita, Inspirasi & Informasi
Hobi

Sejarah Persebaya Surabaya dan Asal-Usul Julukan Bajul Ijo

Redaksi TotalMedia.ID2 menit baca
Sejarah Persebaya Surabaya dan Asal-Usul Julukan Bajul Ijo
Stadion sepak bola bersejarah dengan nuansa hijau khas Surabaya.

SURABAYA, TotalMedia.ID – Persebaya Surabaya dikenal luas sebagai salah satu klub sepak bola paling bersejarah di Indonesia yang lahir dan berkembang di Kota Surabaya. Perjalanan panjang klub berjuluk Green Force ini tidak hanya mencerminkan dinamika olahraga, tetapi juga merekam semangat kebangsaan masyarakat pada masa kolonial hingga menjadi kebanggaan warga kota.

Awal Mula Berdirinya SIVB pada 1927

Berdasarkan catatan sejarah klub dari laman resmi Persebaya.id, Persebaya didirikan pada tanggal 18 Juni 1927 oleh Paijo dan M. Pamoedji. Pada awal pembentukannya, klub ini menggunakan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond atau yang disingkat SIVB.

Dalam jurnal penelitian AVATARA dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), disebutkan bahwa SIVB dibentuk sebagai wadah sepak bola bagi masyarakat pribumi di Surabaya. Keberadaan organisasi ini berada di tengah dinamika sepak bola masa pemerintahan Hindia Belanda, di mana pada periode tersebut terdapat berbagai perkumpulan sepak bola dengan latar belakang keanggotaan yang berbeda, termasuk klub yang didominasi oleh warga Belanda.

Perjalanan Nama dan Semangat Nasionalisme

Seiring berjalannya waktu, SIVB mengalami perkembangan organisasi yang signifikan. Penelitian dalam jurnal AVATARA Universitas Negeri Surabaya mencatat bahwa nama Persibaja telah digunakan dalam perjalanan organisasi sepak bola pribumi di Surabaya pada masa sebelum kemerdekaan.

Sementara itu, menurut penjelasan Dhion Prasetya, penulis buku Persebaya and Them, kepada IDN Times Jawa Timur, dalam perkembangan selanjutnya organisasi tersebut juga pernah menggunakan nama Persatoean Olahraga Republik Indonesia Soerabaja (PORIS). Sekitar tahun 1955, klub ini kembali menggunakan nama Persatoean Sepakraga Soerabaja (Persibaja). Pada 1960, nama tersebut berubah menjadi Persebaya, yang dikenal hingga sekarang.

Penelitian dalam jurnal AVATARA Universitas Negeri Surabaya juga menunjukkan bahwa aktivitas sepak bola di Surabaya pada masa kolonial tidak sekadar berfokus pada kegiatan olahraga. Perkumpulan seperti SIVB turut berkaitan dengan perkembangan semangat nasionalisme masyarakat pribumi di tengah dinamika sepak bola yang dipengaruhi kebijakan diskriminatif pemerintah kolonial.

Asal-Usul Julukan Bajul Ijo

Identitas klub kebanggaan Arek Suroboyo ini semakin melekat dengan karakter kotanya melalui sebutan-sebutan khas. Menurut penjelasan Dhion dalam buku Persebaya and Them yang dicatat oleh IDN Times Jawa Timur, julukan Bajul Ijo mulai dikenal sejak dekade 1960-an ketika klub telah menggunakan nama Persebaya dalam kompetisi Perserikatan.

Secara harfiah, Bajul Ijo berasal dari bahasa Jawa, di mana kata “bajul” berarti buaya dan “ijo” berarti hijau. Julukan ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan identitas Kota Surabaya, sementara warna hijau sendiri telah lama menjadi warna kebesaran klub. Selain Bajul Ijo, Persebaya juga dikenal dengan sebutan Green Force yang merujuk pada identitas warna hijau tersebut.

Persebaya Sebagai Kebanggaan Warga Surabaya

Dalam perkembangannya, Persebaya telah bertransformasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Surabaya. Klub ini dipandang lebih dari sekadar tim sepak bola, melainkan sebagai lambang identitas dan harga diri warga kota. Jejak sejarah yang ditinggalkan para pendiri, seperti M. Pamoedji, terus dikenang oleh manajemen, pemain, serta pendukungnya sebagai pengingat akan akar perjuangan klub di tanah Surabaya.

#bajul ijo#Persebaya#sejarah persebaya#sivb#Surabaya
Bagikan WhatsApp Facebook

Redaksi

Redaksi TotalMedia.ID

Tim redaksi TotalMedia.ID.