4 Cara Murah Membersihkan Udara Rumah Saat Kabut Asap, agar Keluarga Tetap Nyaman

Ketika kabut asap mulai menyelimuti lingkungan, rumah yang biasanya menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat bisa ikut terdampak. Bau asap perlahan masuk melalui jendela, debu menempel di perabot, sementara udara di dalam ruangan terasa semakin pengap. Situasi seperti ini membuat banyak keluarga mencari cara sederhana untuk menjaga udara rumah tetap bersih tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Kabut asap umumnya berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain mengganggu jarak pandang, asap membawa partikel halus yang dapat terhirup saat seseorang bernapas. Karena itu, menjaga kualitas udara di dalam rumah menjadi langkah penting, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak, lansia, atau anggota keluarga dengan gangguan pernapasan.
Dalam artikel yang diterbitkan Liputan6.com pada 12 Oktober 2026, terdapat sejumlah langkah praktis untuk mengurangi masuknya polusi ke rumah, mulai dari menutup pintu dan jendela hingga membersihkan permukaan menggunakan kain lembap. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan perlengkapan sederhana yang sudah tersedia di rumah.
1. Tutup Pintu dan Jendela Ketika Udara Luar Memburuk
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membatasi masuknya udara luar ketika lingkungan sedang diselimuti kabut asap. Tutup pintu dan jendela, kemudian periksa celah pada kusen atau ventilasi yang memungkinkan asap masuk.
Kebiasaan ini membantu mengurangi paparan polusi dari luar, meskipun tidak menjamin udara di dalam rumah sepenuhnya bersih. Jika memiliki pendingin ruangan, pastikan pengaturannya tidak menarik udara tercemar dari luar. Periksa pula petunjuk perangkat agar penggunaannya sesuai dengan kondisi rumah.
Namun, menutup rumah sepanjang waktu juga perlu disertai perhatian terhadap kualitas udara dalam ruangan. Asap dari kegiatan memasak, rokok, dan sumber pencemaran lainnya tetap bisa menumpuk. Karena itu, jendela sebaiknya dibuka kembali ketika kualitas udara luar membaik dan ventilasi dapat dilakukan dengan aman.
Masyarakat dapat memantau informasi kualitas udara melalui layanan resmi BMKG. Halaman Informasi Kualitas Udara Indonesia menyediakan pemantauan PM2.5, peringatan dini kualitas udara ekstrem, serta prediksi sebaran partikulat kabut asap. Informasi tersebut membantu keluarga menentukan langkah pencegahan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
2. Bersihkan Perabot dengan Kain Lembap
Meja, rak, kusen, dan lantai dapat menjadi tempat mengendapnya partikel debu maupun asap yang masuk ke rumah. Jika dibiarkan, partikel tersebut berpotensi kembali beterbangan ketika permukaan dibersihkan secara kering.
Cara sederhana untuk mengatasinya adalah menggunakan kain lembap. Usapkan kain pada permukaan perabot secara perlahan, lalu cuci setelah selesai digunakan. Untuk lantai, gunakan kain pel lembap agar debu tidak mudah beterbangan seperti ketika disapu dengan gerakan kasar.
Metode ini relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan khusus. Namun, penting dipahami bahwa membersihkan perabot hanya membantu mengangkat partikel yang sudah mengendap, bukan menyaring seluruh polutan yang masih melayang di udara.
3. Pertimbangkan Pembersih Udara Sesuai Anggaran
Bagi keluarga yang memiliki anggaran lebih, pembersih udara atau air purifier dengan filter yang sesuai dapat menjadi pilihan tambahan. Perangkat ini membantu mengurangi partikel di udara, termasuk partikel halus yang terkandung dalam asap.
Sebelum membeli, perhatikan kemampuan penyaringan, kesesuaian dengan luas ruangan, serta biaya penggantian filter. Tidak semua perangkat memiliki kemampuan yang sama. Karena itu, memilih alat berdasarkan kebutuhan lebih masuk akal daripada sekadar mengikuti tren.
Jika belum mampu membeli perangkat, jangan merasa bahwa rumah tidak bisa dijaga sama sekali. Membatasi masuknya asap, membersihkan permukaan dengan benar, dan mengurangi sumber polusi di dalam ruangan tetap merupakan langkah yang bermanfaat.
Riset U.S. Environmental Protection Agency (EPA) juga membahas pembersih udara berbiaya relatif rendah untuk mengurangi partikel asap. Namun, EPA mengingatkan bahwa perangkat rakitan berbasis kipas dan filter harus memperhatikan standar keselamatan listrik serta risiko panas berlebih. Hasil penelitian laboratorium juga tidak otomatis menjamin hasil yang sama di setiap rumah.
Dengan demikian, keselamatan tetap harus menjadi pertimbangan utama. Jangan merakit perangkat listrik tanpa memahami risikonya, dan jangan meninggalkan kipas atau perangkat rakitan yang tidak aman ketika sedang beroperasi.
4. Kurangi Sumber Asap dari Aktivitas Sehari-hari
Ketika udara luar sedang tercemar, keluarga juga perlu memperhatikan sumber polusi yang berasal dari dalam rumah. Asap rokok, pembakaran sampah, dan kegiatan memasak yang menghasilkan banyak asap dapat memperburuk kualitas udara dalam ruangan.
Hindari merokok di dalam rumah dan jangan membakar sampah di sekitar hunian. Saat memasak, usahakan mengurangi asap yang dihasilkan dan gunakan ventilasi pembuangan yang sesuai apabila kondisi memungkinkan. Jangan sampai upaya menahan kabut asap dari luar justru membuat polusi dari aktivitas sehari-hari menumpuk di dalam rumah.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan melalui artikel Karhutla di Indonesia: Saat Asap Datang, Kita Siap pada 6 September 2026 menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Persiapan sebelum asap datang, pemantauan kondisi lingkungan, dan perlindungan kelompok rentan merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko kesehatan.
Keluarga juga sebaiknya memperhatikan kondisi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau gangguan pernapasan. Jika muncul sesak napas, nyeri dada, atau keluhan yang semakin berat, segera cari pertolongan medis.
Menjaga Udara Bersih Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Menghadapi kabut asap tidak selalu berarti keluarga harus langsung membeli peralatan mahal. Ada sejumlah langkah yang bisa dimulai dari rumah, seperti membatasi masuknya asap, membersihkan debu dengan kain lembap, mengurangi sumber polusi, dan memantau informasi kualitas udara secara berkala.
Meski demikian, langkah-langkah tersebut bukan jaminan bahwa udara di dalam rumah sepenuhnya bebas polutan. Jika kabut asap semakin pekat, ikuti imbauan pemerintah setempat dan utamakan perlindungan kesehatan seluruh anggota keluarga.
Rumah yang lebih aman dari paparan asap bukan hanya soal kebersihan, melainkan juga kesiapan menghadapi perubahan kondisi lingkungan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu keluarga mengambil keputusan lebih tepat ketika kualitas udara memburuk.



