Bukan Sekadar Tempat Shalat: Masjid Ibadurrahman Pacet Dikelola Anak Muda, Musafir Disambut Minuman dan Kasur Lipat
Di Pacet, Mojokerto, Masjid Ibadurrahman ramai diperbincangkan di media sosial karena dikelola anak muda dan menyediakan fasilitas gratis bagi musafir, termasuk rooftop berpemandangan gunung. Udara Pacet terasa sejuk saat kendaraan mulai menanjak. Bagi pengendara yang lelah setelah perjalanan panjang, papan nama sebuah masjid di tepi jalan bisa terasa seperti undangan untuk singgah. Di Masjid Ibadurrahman,…

Di Pacet, Mojokerto, Masjid Ibadurrahman ramai diperbincangkan di media sosial karena dikelola anak muda dan menyediakan fasilitas gratis bagi musafir, termasuk rooftop berpemandangan gunung.
Udara Pacet terasa sejuk saat kendaraan mulai menanjak. Bagi pengendara yang lelah setelah perjalanan panjang, papan nama sebuah masjid di tepi jalan bisa terasa seperti undangan untuk singgah. Di Masjid Ibadurrahman, undangan itu berlanjut dengan sambutan yang jarang ditemui: segelas minuman hangat, tanpa bayar.
Masjid ini belakangan banyak diperbincangkan warganet. Unggahan di akun TikTok resmi pengelolanya, @ibadurrahmanpacet, memperlihatkan suasana yang terasa berbeda dari masjid pada umumnya. Masjid tidak hanya dibuka untuk salat, tetapi juga dirancang untuk melayani orang yang datang.
Diurus anak muda, dari imam sampai ketua DKM.
Hal pertama yang mencuri perhatian adalah orang-orang di baliknya. Berdasarkan konten yang dibagikan akun tersebut, posisi imam, muazin, hingga ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) diisi oleh anak muda.
Pemandangan ini tidak biasa. Di banyak tempat, kepengurusan masjid identik dengan generasi yang lebih senior, sementara anak muda lebih sering menjadi jamaah sesekali. Di Ibadurrahman, generasi muda justru berada di garis depan, mulai dari mengumandangkan azan hingga mengambil keputusan soal pengelolaan.
Musafir disambut seperti tamu
Pengurus masjid menyediakan welcome drink gratis bagi jamaah yang datang. Bagi musafir, tersedia juga tempat istirahat lengkap dengan kasur lipat.
Fasilitas sederhana ini menjawab kebutuhan nyata. Pacet merupakan jalur wisata dan perlintasan menuju kawasan pegunungan, sehingga banyak pengendara melewatinya, terutama pada akhir pekan. Tempat untuk meluruskan punggung sebentar sebelum melanjutkan perjalanan bisa sangat berarti, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Rooftop dengan lanskap pegunungan
Daya tarik lain terletak di atas bangunan. Masjid ini memiliki area rooftop yang menghadap ke pegunungan. Lokasinya memang mendukung, karena Pacet merupakan kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang terletak di kaki lereng Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan.
Dari ketinggian itu, jamaah bisa melepas lelah sambil menikmati hamparan hijau dan garis gunung di kejauhan. Bagi sebagian pengunjung, momen ini terasa seperti jeda yang menenangkan di tengah perjalanan.
Masjid sebagai ruang pelayanan
Kisah Ibadurrahman menunjukkan bahwa memakmurkan masjid tidak selalu membutuhkan bangunan megah. Keramahan, kepengurusan yang segar, dan perhatian pada kebutuhan pengunjung ternyata cukup untuk membuat orang ingin kembali, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat.
Sumber: akun TikTok resmi @ibadurrahmanpacet.
Foto: Ganda Mauluqi



